Dampak stunting pada anak


  Hallo GenRengers πŸ‘‹

Salam GenRe πŸ‘Œ 

Pada materi ini ,saya akan membagikan tentang  dampak jangka panjang dan pendek pada anak.

Silahkan dibaca dan pahami  materinya ya

"Remaja keren itu 

Paham stunting πŸ–️"

Dampak Jangka Pendek dan Panjang Stunting pada Anak

Stunting memiliki dampak jangka pendek dan panjang bagi anak. Mulai dari gangguan kognitif, motorik, menurunkan kualitas SDM, hingga mudah terserang penyakit.

Jangka Pendek

Stunting atau tengkes dapat membuat ukuran tubuh anak lebih pendek dibanding anak normal seusianya. Hal ini dikhawatirkan dapat memicu perundungan dan membuat anak-anak tidak percaya diri. Walau begitu, bukan berarti setiap anak yang pendek mengalami stunting.

Selain itu, kemampuan kognitif dan motorik anak penderita stunting juga lambat. Akibatnya, anak menjadi lesu dan tidak mampu mengikuti pelajaran di kelas. 

"Perkembangan kognitif dan motorik kelihatan saat anak mencapai usia 2 tahun. Kelihatan banget kalau dia masuk sekolah, lalu diberikan pelajaran dan tugas-tugas dia akan sangat kesulitan menerima dan mengerjakannya, lalu prestasinya pun menurun," jelas Dokter Francisca. 


Jangka Panjang 

Stunting pun memiliki dampak jangka panjang yang cukup mengkhawatirkan, hal tersebut karena berkaitan erat dengan kualitas SDM. Kemampuan kognitif dan motorik anak penderita stunting tidak maksimal, sehingga berpengaruh terhadap perkembangannya di usia dewasa. Akibatnya, anak-anak kesulitan mendapatkan pekerjaan karena tidak mampu bersaing di pasar kerja. 

"Karena modalnya (kemampuan kognitif dan motorik) (saat anak-anak) kurang. Produktivitas kerja juga minim dan pendapatan kurang. Jadi kualitas SDM-nya turun," tambah Dokter Francisca. 

Selain itu, dampak jangka panjang penderita stunting ialah berisiko lebih tinggi terkena penyakit degeneratif seperti kencing manis, jantung, atau kanker. Kenapa risiko terkena penyakit tersebut tinggi? Karena saat kecil perkembangan organ tubuh penderita stunting kurang maksimal.

"Oleh karena itu, stunting harus kita tangani sejak dini. Memberikan pemahaman kepada orang tua, remaja-remaja putri sebagai calon ibu, calon mempelai yang akan menikah tentang pentingnya gizi dan harus disiapkan, sehingga stunting bisa diputus," ucapnya.[]

Komentar